Tampilkan postingan dengan label puisi cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi cinta. Tampilkan semua postingan

DIAM



Saat rasa itu tiba
Kabut menyelimuti hati
Putih berselubung dalam jiwa
Terpenjara  oleh rasa
Rantai mengurung daku
Pada penjara kematian

Dalam diamku termenung
Bibirku bungkam dari suara tangis
Menyeka luka kepedihan

Bulan menanti matahari runtuh
Selalu..
Tapi mengapa bulan tak sanggup menunggu sapa candaku?

Reruntuhan pilu membuatku diam
Diam dalam tafakur
Secercah sinar tak mampu ku terima
Ku telah kehilangan makna

Tapi…
Latar cinta ini akan kutulis dan ku kenang
Sebagai lengan sejarah
Dalam diam galau kebenaran

LAUTAN CINTA


Cinta, itu kau dengan penuh cerita
Itulah kau dengan pesona
Dekapanmu nyata terasa
Siapapun rasakan belaianmu
Siapapun menanti kasihmu
Daku ingin mengejawantahkanmu
Inginku kupersembahkan hidup penuh cinta
Cinta Oleh-Nya padaku

Cinta, semua orang memujimu
Namun cinta,
Salahlah mereka yang menyalahkan artimu
Hinalah mereka yang menghinakanmu

Cinta, kau anugerah sang maha Cinta
Kau suci lebih putih dari gumpalan salju
Lebih tenang dari muara sungai
Lebih kuat dari gemuran ombak
Lebih tegar dari batu karang
Kau, begitu bersemangat melebihi kobaran api

Cinta,
Kau hidupkan yang mati,
Ka matikan yang hidup
Keindahan adalah kehidupan itu sendiri
Hidup yang penuh kata cinta.



YANG TELAH PERGI

Dinding kokoh di menara putih itu telah retak
Pohon tinggi di jalan lurus itu telah tumbang
Meninggalkan puing-puing pilu yang tak tertahan
Mengurung hati untuk tidak terbuka lagi

Mekar bunga yang dulu ada, berganti duri
Benih cinta yang kutanam, disemai orang lain
Mimpi-mimpi yang telah kita rajut, berujung dusta
Keras hati menahan tangis, namun terdobrak oleh kecewa
Besar ikhtiar untuk tersenyum, namun sirna oleh bayangnya

Wahai kasih...
Ketahuilah, bibit-bibit cinta yang dulu kuberikan telah berakar
Semakin kokoh dan semakin tinggi

Andaikan aku boleh jujur
Aku ingin engkau kembali dan tak ingin lepasmu lagi
Duniaku asing tanpamu
Senyum dan tawaku palsu

Kuingin engkau kembalikan yang hilang
Mengembalikan apa yang engkau renggut
Senyum, bahagia, cinta, dan tawaku

Kini...
Hidupku sepi, terjepit, dan hancur
Namun, akan kucoba melangkah dan bijak untuk berkata "bahagiamu bahagiaku"