Tampilkan postingan dengan label Sastramu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastramu. Tampilkan semua postingan

IBU

 

Ibu
Betapa besar kasihmu
Sungguh mulia hatimu

Sebening tetesan embun pagi
Secerah sinar mentari
Kehangatan merasuk dari dekapan

Kupandangi raut wajah ibu
Penuh dengan harapan
Harapan
Kelak anakmu ini menjadi sosok yang membanggakan

Betapa besar budimu
Berapa banyak doamu
Hanya untukku

Oh ibuku
Engakau wanita tegar
Yang tak perna meneteskan air mata pilu di hadapanku
Tak perna mengeluh atas tingkahku
Tingkah durhaka anakmu ini

Maafkan aku yang bodoh ini
Aku yang selalu menggores kepedihan
Luka dan duka di hati ibu

Pengorbananmu tanpa balas jasa
Apakah balasan yang pantas untuk sosok wanita yang mengandungku
Melahirkanku
Merawatku
Membesarkanku
Dengn kelembutan kasih
Tanpa keluh dan kesah
Siang malam penuh derita
Demi diriku

DIAM



Saat rasa itu tiba
Kabut menyelimuti hati
Putih berselubung dalam jiwa
Terpenjara  oleh rasa
Rantai mengurung daku
Pada penjara kematian

Dalam diamku termenung
Bibirku bungkam dari suara tangis
Menyeka luka kepedihan

Bulan menanti matahari runtuh
Selalu..
Tapi mengapa bulan tak sanggup menunggu sapa candaku?

Reruntuhan pilu membuatku diam
Diam dalam tafakur
Secercah sinar tak mampu ku terima
Ku telah kehilangan makna

Tapi…
Latar cinta ini akan kutulis dan ku kenang
Sebagai lengan sejarah
Dalam diam galau kebenaran

DEKAPAN ALAM


Sadarkan dirimu!
saat alam telah berbicara
bagaiman kaum menindasnya
jeritannya begitu nyata
terdengar begitu memilukan
tingkah siapa?
laku siapa?
hingga semilir angin membawa luka
tak tertaan rayuan sang hijau
gemuruh berdentuman
gunungpun tak sanggup menahan nafasnya
hingga tangis membakar hati dan jiwa
oh alam, engkau telah menyampaikan salam kepedihan
kepada kami yang tak bisa merangkai pesonamu
akan kah kami sadar dengan semua ini?
ataukah sebagian kami apatis dan masa bodoh?
sungguh hasrat dan rayuan laknat telah membelenggukan
dalam kebejatan dan ketidakpeduliann


LAUTAN CINTA


Cinta, itu kau dengan penuh cerita
Itulah kau dengan pesona
Dekapanmu nyata terasa
Siapapun rasakan belaianmu
Siapapun menanti kasihmu
Daku ingin mengejawantahkanmu
Inginku kupersembahkan hidup penuh cinta
Cinta Oleh-Nya padaku

Cinta, semua orang memujimu
Namun cinta,
Salahlah mereka yang menyalahkan artimu
Hinalah mereka yang menghinakanmu

Cinta, kau anugerah sang maha Cinta
Kau suci lebih putih dari gumpalan salju
Lebih tenang dari muara sungai
Lebih kuat dari gemuran ombak
Lebih tegar dari batu karang
Kau, begitu bersemangat melebihi kobaran api

Cinta,
Kau hidupkan yang mati,
Ka matikan yang hidup
Keindahan adalah kehidupan itu sendiri
Hidup yang penuh kata cinta.